Cerpen
Fiana
Namaku Fiana Putri Alexandra, aku anak tunggal. Sekarang aku tinggal di Bandung pindahan dari Jakarta karena ayahku dipindah tugaskan ke Bandung jadi ayah membawa ibu dan aku untuk ikut bersamanya. Sekolah pun baru, padahal disekolah dulu ada sahabatku yang selalu ada disampingku, dia bernama Aca. Dan aku pun sudah nyaman sekolah disana, tapi ya sudahlah mungkin ini yang terbaik dan semoga saja sekolah yang baru bisa mendapat sahabat seperti Aca dan membuatku betah disekolah itu.Hari pertama disekolah ku yang baru akan sedikit sulit karena tidak ada yang aku kenal disini, sebenarnya ada si dua orang tapi itu kakak kelas ku, aku tau karena mereka tetangga ku aku selalu melihat meraka di samping rumah ku yang baru tapi aku tidak akrab dengan mereka apalagi mereka cowok dan menurutku sifat mereka itu cuek dan acuh terhadap sekitarnya. Aku pun jadi malas untuk menyapa dan mengobrol dengan mereka takutnya malah aku yang dicuekin.
Di sekolah Aku takut tidak ada yang mau berteman denganku, tetapi saat aku masuk kelas teman teman ku ternyata ramah dan baik dan langsung menerimaku dengan baik. Aku jadi betah dikelas ini, apalagi teman sebangku ku yang bernama Gaby dia anak nya baik walaupun dia cerewet. Walaupun aku baru bertemu dengannya aku sudah bisa melihat dari cara berbicaranya apalagi kalau sudah bicara tidak bisa berhenti. Tetapi aku senang bisa berteman dengannya walaupun cerewet dia anak nya asik dan langsung nyambung kalau sedang berbicara. Pokoknya tak bisa digambarkan dengan kata kata untuk Gaby.
Sekarang aku dan Gaby berada dikantin untuk makan, saat makan tiba tiba Gaby langsung heboh yang membuat seisi kantin menengok kearah kita.
"Maaf ya semuanya, silahkan lanjut makan". Ucapku tak enak kepada anak anak lain yang merasa terganggu atas teriakan dari Gaby.
" Lo ngapain si teriak teriak gitu? Malu tau gak diliatin seisi kantin".
" Lo ga tau si kalau tadi kak Galang dan kak Gilang lewat."
" Ya terus apa hubungannya lagian gue ga tau siapa kak Galang dan ka Gilang. Gue kan baru masuk sekolah,kalau lo ga lupa ya."
"Oh iya ya lo kan baru masuk sekokah mana tau si lo kembar es itu." kata Gaby yang membuat aku menaikan alis ku,
Tadi Kak Galang dan Kak Gilang, sekarang kembar es, dia lupa atau dimanasih aku kan ga tau orang nya yang mana. Gerutuku dalam hati.
" Lo ngomonhin siapa si gue ga ngerti deh tadi kak Galang dan kak Gilang sekarang lo ngomong kembar es. Pusing gue."
" Ih gue itu ngomongin orang yang sama, jadi kembar es itu namanya Kak Galang dan Kak Gilang mereka itu kakak kelas kita, mereka banyak yang ngefans padahal sifat mereka itu dingin kayak es dikutub, tuh tuh orang nya yang duduk dipojok berdua". Ucak Gaby sambil menunjuk kepada orang yang dia maksud.
Aku langsung nengok ke arah yang Gaby tunjuk dan aku kaget karena yang ditunjuk oleh Gaby itu tetangga aku tetapi aku ga tau namanya siapa. Oh nama mereka Kak Galang dan kak Gilang. Ucap ku dalam sambil manggut manggut.
"Sekarang lo tau kan kembar es itu yang mana orangnya". Tanya Gaby
Aku hanya menganggukan kepalaku tanda iya.
" Oh My Gad lo cuma ngangguk doang gue udah jelasin panjang kali lebar, ckckck"
" lah gue harus ngapain harus jungkir balik sambil teriak teriak kayak lo gitu, lagian gue udah tau meraka siapa cuma gue ga tau namanya".
" Lo kenal mereka di mana? Kok lo bisa tau? Percuma dong gue jelasin daritadi".
"Ya taulah orang mereka tetangga gue, bahkan rumah gue dan mereka sampingan". Ucapku enteng
" Sumpah lo, lo kok ga kasih tau gue si?".
" mana gue tau". Sambil mengedikkan bahuku.
" pokoknya gue harus sering kerumah lo".
" ngapain?".
" main kerimah lo sekalian liatin doi".
"Terserah lo deh, ayo masuk kelas udah masuk". Sambil menarik tangan Gaby
Setelah berjam jam belajar akhirnya bel pulang sekolah berbunyi, aku pun langsung membereskan buku buku dan memasukan kedalam tas. Aku jalan bersama Gaby dan berpisah di halte karena arah rumah kami yang berbeda. Aku naik angkot yang arah nya menuju rumahku, aku tidak sadar bahwa si kembar juga naik angkot bersama ku. Aku tersadar saat turun dari angkot dan mereka pun ikut turun. Kita jalan bersama menuju rumah, lebih tepatnya aku didepan mereka dan mereka berada dibelakangku. Aku mempercepat langkah kaki ku agar sampai dirumah, saking buru burunya aku sampai tersandung batu. Malu banget ih apalagi dibelakang ada kak Galang dan kak Gilang lagi, ckckck ngapain si pake kesandung segala. Gerutuku dalam hati.
Aku tersadar saat ada dua tangan yang mengulurkan kepada ku, aku langsung nengok ke atas dan ternyata meraka sikembar es, kalau kata Gaby. Aku bingung mau nerima uluran dari siapa, jadinya aku menerima uluran tangan mereka berdua.
" makasih ka"
" lo gapapakan?"
" gapapa ka, ehm..aku duluan ka". Aku langsung bergegas menuju rumah. Rasanya aku gugup bertemu mereka. Padahal aku baru berpapasan dengannya.
Setelah kejadian aku keseleo, sekarang aku, Kak Galang dan Kak Gilang berteman dan kita sudah seperti teman lama, mereka selalu main kerumahku dan begitu juga sebaliknya. Aku tak menyangka bahwa mereka itu asik, aku salah paham bahwa mereka itu cuek, aku sempat bertanya kepada mereka kenapa mereka bersikap seperti itu, dan mereka seperti itu karena mereka tidak ingin mempunyai teman yang hanya memafaatkannnya.
Mereka selalu bersikap baik kepada ku, aku pun senang dengan sikap mereka, tapi terkadang mereka bersikap terlalu berlebihan, aku bingung mengapa mereka bersikap seperti itu.
Tiba tiba mereka mengajakku bertemu di taman, aku bingung mau ngapain ketaman, tpi ya sudahlah aku tetap pergi ke taman yang meraka beritahu kepadaku. Aku sudaj sampai di taman dan duduk sambil melihat sekeliling apakah mereka sudah datang atau belum. Setelah menunggu beberapa menit mereka datang dan langsung duduk di samping kanan dan kiriku. Mereka tetap memperhatikan ku dan membuatku risih.
" kenapa?".
" kita mau bicara".
" bicara apa?".
" kita sebenarnya suka kamu, tapi kita selalu diam, dan kita mau kepastian nya dari kamu, maukah kamu menjadi pacar diantara kita berdua". Ucap Galang yang diangguki Gilang.
Sungguh aku bingung harus menjawab apa aku nyaman kepada mereka berdua tapi , aku lebih tertarik kepada Galang tapi aku ga mau menyakiti Gilang, gimana nih??
" Gimana?". Tanya Gilang
" Sebenarnya aku lebih suka Kak Galang, tapi aku ga mau menyakiti Kak Gilang, oleh karena itu aku mau kita tetap begini bersahabat, dan tidak ada yang tersakiti. Jadi aku tidak mau memilih diantara kalian".
" Baiklah kalau kamu mau seperti itu, kami akan tetap menjadi sahabat kamu, kita akan selalu bersama sama". Ucap Kak Galang.
" Iya kita akan tetap bersamamu, karena kita sayang padamu". Ucap kak Gilang sambil memelukku.
"Makasih kak".
Aku melihat kak Galang cemberut karena kak Gilang memelukku, dan aku langsung memeluknya, dan kita berpelukan bersama setelah itu ketawa bersama.
Cerita remaja banget😂👍
BalasHapusBagus nih ceritanya
BalasHapus